Friday, February 2, 2018
MENGERJAKAN KESELAMATAN
Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir, karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.
Shalom Keluarga Yesus, tahukah kita bahwa keselamatan kita adalah kasih karunia Allah? Apakah artinya kasih karunia? Kasih karunia artinya pemberian keselamatan cuma-cuma kepada manusia yang dapat diterima melalui iman atau kepercayaan dalam Tuhan Yesus. Lalu kenapa masih harus mengerjakan keselamatan? Bukankah kita sudah diselamatkan oleh kasih karunia Allah?
Sekali lagi dinyatakan bahwa keselamatan itu adalah kasih karunia dan bukan karena hasil pekerjaan manusia seperti berbuat amal, mentaati sepuluh hukum, setia ibadah pelayanan, berdoa, dan lain-lain. Karena jika kita melakukan kesemua hal ini dengan tujuan supaya diselamatkan, berarti keselamatan itu bukan lagi karena kasih karunia melainkan karena perbuatan atau usaha manusia semata-mata.
Karena Firman Tuhan katankan:
1. Roma 4:4
Kalau ada orang yang bekerja, upahnya tidak diperhitungkan sebagai hadiah, tetapi sebagai haknya.
2. Roma 11:6
Tetapi jika hal itu terjadi karena kasih karunia Allah, maka bukan lagi karena perbuatan, sebab jika tidak demikian, maka kasih karunia itu bukan lagi kasih karunia.
3. Galatia 5:4
Kamu lepas dari Kristus, jikalau kamu mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat; kamu hidup di luar kasih karunia.
4. Efesus 2:8-9
Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.
Apa artinya mengerjakan keselamatan?
1. Mengerjakan keselamatan disini artinya bukan dilakukan supaya kita diselamatkan, melainkan justru karena kita sudah diselamatkan maka kita berbuat sesuatu sebagai respek atau penghormatan kita kepada Tuhan karena keselamatan yang Tuhan sudah berikan kepada kita.
2. Sebagai buah-buah dari respek atau penghormatan kita kepada Tuhan karena keselamatan itulah maka kita mau hidup kudus, mau hidup mengasihi, mau hidup dalam doa, mau hidup taat, mau dikuasai Roh Kudus, mau mencintai Tuhan, mau menyerahkan seluruh hidup kepada Tuhan, dan mau memuji menyembah Tuhan serta setia ibadah melayani Tuhan.
APAKAH RESPON KITA ?
Kerjakanlah keselamatan itu bukan supaya kita diselamatkan melainkan justru karena kita sudah diselamatkan.
👌👍👌👍👌👍
Selamat beraktivitas
Tuhan buat berhasil
Kasih karunia selalu dilimpahkan
Tuhan Yesus memberkati
Amin
Imanuel
Thursday, February 1, 2018
Allah memilih yang miskin
Yakobus 2:1-13
"...Bukankah Allah memilih orang-orang yang dianggap miskin oleh dunia ini untuk menjadi kaya dalam iman dan menjadi ahli waris Kerajaan yang telah dijanjikan-Nya kepada barangsiapa yang mengasihi Dia?" (Yakobus 2:5)
Tujuan dan upah dari kemiskinan yang sementara adalah kekayaan surgawi. Allah yang penuh kasih tidak pernah menginginkan masalah dan kemiskinan tanpa jalan keluar. Tujuannya adalah bahwa semua tekanan harus membuat kita semakin besar, dan semua kemiskinan membuat kita kaya. Rencana-Nya untuk umat-Nya bukanlah kesesakan yang terus-menerus dan kemiskinan yang permanen. Semuanya ini bukanlah tujuan akhir tetapi sarana menuju akhir.
Ada banyak yang tidak kita pahami dalam pewahyuan Yohanes tentang Yerusalem baru, tetapi kita melihat suatu kota dengan kekayaan yang tak terbatas. Yohanes berkata, "Tembok itu terbuat dari permata yaspis; dan kota itu sendiri dari emas tulen, bagaikan kaca murni. Dan dasar-dasar tembok kota itu dihiasi dengan segala jenis permata. Dasar yang pertama batu yaspis, dasar yang kedua batu nilam, dasar yang ketiga batu mirah, dasar yang keempat batu zamrud, dasar yang kelima batu unam, dasar yang keenam batu sardis, dasar yang ketujuh batu ratna cempaka, yang kedelapan batu beril, yang kesembilan batu krisolit, yang kesepuluh batu krisopras, yang kesebelas batu lazuardi dan yang kedua belas batu kecubung. Dan kedua belas pintu gerbang itu adalah dua belas mutiara: setiap pintu gerbang terdiri dari satu mutiara dan jalan-jalan kota itu dari emas murni bagaikan kaca bening." (Wahyu 21:18, 19, 21).
Namun tidak sepotong emas pun dalam kota itu yang tidak dimurnikan lewat dapur perapian kesusahan, tak ada satu pun batu berharga yang melewati api, dan tak ada satu pun mutiara yang tak lahir dari penderitaan. Oleh karenanya adalah benar untuk menjadi kaya dalam iman. Tuhan berkata, "maka Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat." (Wahyu 3:18).
Rendahkan diri di hadapan Allah, dan jangan berkata, "Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang," (Wahyu 3:17).
Dia yang berasal dari hadirat Allah adalah kaya, tetapi tidak menyadari kekayaan-Nya.
Tuhan pegang kendali bahka ketika rencana kita gagal
Roma 4: 17b “Di hadapan Allah yang kepada-Nya ia (Abraham) percaya, yaitu *Allah yang menghidupkan orang mati* dan yang *menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada.*”
Ada kata-kata tertentu dalam hidup ini yang merupakan jalan buntu bagi manusia: "penyakit," "perceraian," "kebangkrutan," "ketidaksuburan," dan "pengangguran.”
Bagaimana Anda bisa tahu kapan Anda sedang berada dalam kebuntuan? Anda mengetahuinya ketika segala perkara berada di luar kendali Anda dan Anda tak bisa berbuat apa-apa.
Ketika Anda jalan di tempat dan sedang menantikan waktunya bebas dari permasalahan, Anda harus ingat betapa besar kuasa Tuhan, betapa Ia bisa mengubahkan segalanya. Mungkin situasi yang Anda hadapi di luar kuasa Anda, tapi ingatlah itu tidak pernah lepas dari kendali Tuhan. Saat Anda dihadapkan pada jalan buntu, janganlah fokus pada apa yang tidak bisa Anda lakukan. Tapi sebaliknya, fokuslah pada apa yang bisa Tuhan lakukan.
Roma 4: 17b mengatakan, “Di hadapan Allah yang kepada-Nya ia (Abraham) percaya, yaitu *Allah yang menghidupkan orang mati dan yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada.*”
Berikut ialah dua hal yang *Tuhan lakukan yang tidak dapat Anda lakukan:* Dia dapat *menghidupkan orang mati,* dan Dia dapat *menciptakan sesuatu dari yang tidak ada.* Jika Tuhan dapat menghidupkan kembali orang mati, maka Dia juga dapat *menghidupkan karir yang telah mati.* Dia dapat *menghidupkan pernikahan yang telah hancur.* Dia dapat *menghidupkan impian yang telah musnah.* Dia dapat *menghidupkan kebuntuan finansial.* m
Bukan hanya pikiran positif yang membantu Abraham. Pikiran positif bekerja dengan baik di tengah situasi yang bisa Anda kendalikan. *Namun itu bukanlah iman.* Itu dua hal yang amat berbeda.
Di dalam situasi yang di luar kuasa Anda, berpikir positif tak ada gunanya. Itu hanya angan-angan belaka. Itu tidak akan mengubah situasi. Saat Anda menghadapi perkara yang di luar kuasa Anda, Anda butuh sesuatu yang *lebih dari sekedar sikap dan mental positif.* Anda *harus beriman kepada Tuhan, karena Dia bisa mengendalikannya di kala Anda tidak bisa.* Sebagian besar perkara dalam hidup kita berada di luar kuasa Anda, sebab itu Anda jauh lebih membutuhkan iman dibanding pikiran positif.
Yesus berkata dalam Lukas 18:27, “Kata Yesus: *”Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah.*” Tuhan amat ahli dalam hal mengubah yang tidak mungkin menjadi mungkin. Itu dinamakan mujizat, dan Dia mampu melakukannya dalam hidup Anda! Dia siap mengubah jalan buntu Anda menjadi kelegaan.
Renungkan hal ini:
- Apa jalan buntu yang tengah Anda hadapi hari ini?
Percayalah Masih ada Tuhan, masih ada kuasa mujizat yang tidak terbatas tersedia untuk Anda.
Percayalah Tuhan tetap sama ada untuk Anda, dulu, sekarang dan selamanya.
❤
Manusia baru
*Ciri/Tanda manusia Baru* selain menjaga mulut dari yg kotor juga harus selalu *membersihkan diri dari segala yg kotor*, Jangan jadikan diri kita seperti tong atau keranjang sampah yg menampung segala yg Kotor dan tdk berguna.
Karena semua itu akan merusak dari dalam dan menjadi penyakit.
Sebaik apapun tong sampah dibuat,
lama kelamaan akan hancur.
Seperti itu juga hidup kt akan hancur dan menghancurkan orang sekitar kita jika kita selalu menyimpan dihati segala yg kotor yaitu akar pahit, dendam, kikir, amarah, pertikaian, rencana jahat dll.
Semua itu harus dibuang dan dikeluarkan dalam diri kita dgn kuasa Darah Kristus. Jika tdk, itu akan menghambat hubungan dgn TUHAN dan sesama. Sebaliknya *Semua yg Baik & Benar harus kita terima dan belajar melakukannya.* (Filipi 4:8)
Perhatikan Firman TUHAN
Efesus 4:31 *Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan.*
TUHAN YESUS Memberkati. Amin!
Catatan pagi
Dalam menyatakan kesaksian tentang Kristus kita diberi kuasa atas roh jahat. Kita dilarang membawa apa-apa dalam perjalanan. Hal ini menunjukkan bahwa kita harus menyerahkan segala pemeliharaan hidup kepada Allah. Markus 6: "7 Ia memanggil kedua belas murid itu dan mengutus mereka berdua-dua. Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat, 8 dan berpesan kepada mereka supaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan mereka, kecuali tongkat, rotipun jangan, bekalpun jangan, uang dalam ikat pinggangpun jangan, 9 boleh memakai alas kaki, tetapi jangan memakai dua baju" (TB). Menjadi Pengikut Kristus mengharuskan kita percaya dan berserah penuh kepada-Nya. Selamat beraktivitas. Tuhan YESUS KRISTUS MEMBERKATI.
Bekerja berkat atai kutuk
Dgn bersusah payah engkau akan men cari rezekimu dr tanah seumur hdp (Kej 3:17b)
Sejak manusia jatuh kedlm dosa, beker ja menjadi sesuatu yg tdk menyenang kan lagi. Manusia hrs bersusah payah mengolah tanah utk mencari rezeki. Dikutuknya tanah oleh Tuhan mengaki batkan manusia mengalami kesulitan dlm mengolah tanah agar maksimal mendptkan hasil. Ini adalah bagian dr hukuman Allah terhadap manusia akibat kejatuhannya dlm dosa. Hal ini di alami oleh seluruh manusia seumur hdpnya, khususnya kaum pria yg seca ra hirarki adalah kepala rumah tangga.
Berdasar latar belakang ini, timbul per tanyaan: apakah bekerja itu merupakan berkat / kutuk? Bila kita melihat kemba li sblm kejatuhan manusia, bekerja me rupakan mandat yg diberikan Allah kpd manusia. Kerja bukanlah hukuman Allah krn diberikan kpd manusia sbg sebuah kepercayaan. Di Taman Eden, Allah memberikan perintah kpd Adam utk bekerja, mengusahakan & memeli hara taman itu (Kej. 3:15).
F.T mengajarkan pekerjaan adalah ba gian dr rancangan Allah yg sempurna bagi kehdpan manusia, org yg malas bekerja tdk boleh makan(2 Tes 3;10) di suruh belajar pd semut(Ams 6;6). Org yg malas bekerja sdh menjadi sdrnya perusak(=iblis)(Ams 18;9).Krn kita ini diciptakan dlm rupa & gambar Allah, & bagian dr kemuliaan serta kebahagia an-Nya adalah Dia bekerja, spt halnya anak Allah, yg berkata, ‘Bapa-Ku beker ja sampai skrg, maka Aku pun bekerja juga.’(Yoh. 5:17).
Manusia diberi tugas utk bekerja krn Allah adalah Tuhan yg bekerja juga. Allah bekerja didlm kekekalan menjadi kan langit & bumi. Jadi, bekerja merupa kan suatu berkat krn Allah pun bekerja di dlm sgl kekuasaan & kedaulatanNya. Sayangnya akibat dosa, pekerjaan ber sama seluruh aspek kehdpan manusia lainnya berada di bawah kutukan dosa.
(Kej 3;17-18)
Sdrku, bekerja bukanlah suatu kutuk. Bekerja adalah suatu bagian yg tdk bisa dipisahkan dr diri manusia krn
diciptakan dlm gambar & rupa Allah. Bekerja memang tdklah mudah, diperlu kan perjuangan. Meskipun demikian, ini bukan berarti kita menjadi malas utk bekerja. Sadarilah bahwa tanpa beker ja, seseorg tdk akan mendptkan peng hasilan. Tanpa penghasilan seseorg tdk dpt makan & menjlni hdp secara normal. Marilah kita semua bekerja dgn rajin, jujur & bertanggung jawab baik kpd majikan dunia juga kpd Tuhan (Kol 3;23-24) sbg sebuah mandat yg Tuhan Yesus berikan, sambil terus mengandalkan Tuhan krn sgl berkat itu dtg dr pd-Nya(Ams 10;22).
BEKERJA MERUPAKAN SEBUAH KEPERCAYAAN DR ALLAH KPD MANU SIA UTK MENGUSAHAKAN & MEMELI HARA KEHDPAN INI.Amin.Gbu.Immanuel.
Seperti bapa di sorga
Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, yaitu: "KASIHILAH sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!"
Tetapi jikalau kamu saling menggigit dan saling menelan, awaslah, supaya jangan kamu saling membinasakan.
Galatia 5:13-15
Jawabannya, “tidak”!
jika kita saling mengerti, mengasihi, dan menghargai!
Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.
Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.
Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?
Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian?
Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna."
Matius 5:43-48
Etika kerukunan
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengapresiasi rumusan pandangan dan sikap pemuka agama tentang etika kerukunan antar umat beragama. Men...
-
Perum Griya Kenari Mas Blok A.5/5 Cileungsi Kidul, Kec.Cileungsi Bogor, Indonesia 16820 Tlp. 081280324336 Gembala : Ibu Pdt. Ribka Lolowang ...
-
Filipi 2:12-13 Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar...
-
Dgn bersusah payah engkau akan men cari rezekimu dr tanah seumur hdp (Kej 3:17b) Sejak manusia jatuh kedlm dosa, beker ja menjadi sesuatu y...
