MINGGU Jam7.30 (Ibadah Raya)


Ibadah Minggu Pagi 7.30 di Blok A5 No.5 Perum Griya Kenari Mas, (Belakang Ruko BRI)


Untuk Informasi Hub.081280324336 atau silakan klik WA ini

Saturday, April 15, 2017

Makna Kematian Yesus dalam Iman Kristian

Makna Kematian Yesus dalam Iman Kristian


Minggu ini umat Tuhan diseluruh dunia akan memasuki minggu “ Passion ”,: Peringatan akan sengsara dan kematian Tuhan Yesus ( Jumat Agung). Peristiwa kematian Yesus adalah suatu peristiwa yang benar-benar terjadi di Bukit Golgota ribuan tahun yang silam. Berita tentang kematian Yesus benar-benar terjadi, suatu fakta sejarah dunia yang tidak perlu diragukan lagi. Berita tentang Kematian Yesus bukan sebuah kiasan (metapora) saja, yang tidak sungguh-sungguh terjadi. Itu benar-benar terjadi bukanlah hasil rekayasa manusia.

ALKITAB, khususnya ke empat Injil dengan jelas dan tegas mengisahkan penderitaan dan kematian Yesus. Kematian dan kebangkitan Yesus adalah pengakuan Iman” Kristen disepanjang masa :“Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini, sampai selama-lamanya” ( Ibr 13:7-9) Yesus Kristus: kehidupan-Nya, kematian-Nya dan kebangkitan-Nya secara berurutan, dan memahami Kristus sebagai seorang yang datang kepada kita sebagai Firman yang menyelamatkan. Aktualisasi kebenaran injil yang diberitakan harus dapat diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari ( dalam kehidupan nyata) supaya pemberitaan itu jangan menjadi dangkal, membosankan dan tidak memiliki kasih, sehingga kebenaran dari berita yang kita beritakan diselenggarakan dengan benar, maka tanda yang hidup dari Perjamuan Kudus dapat memperlihatkan tata sosial yang baru dari Allah, memberi kenyataan substansial bagi kebenaran injil. 

Sabda Allah. Yesus sebagai Firman bukan sekedar suara, melainkan suatu kekuatan, dinamika, dan daya kreatif yang sangat efektif. Dalam Salib Kristus menjadi jelas bahwa keselamatan adalah rahmat Allah yang melalui ( Sola Fide ). Allah menyelamatkan manusia bukan dengan ukuran manusia. Awal baru- dasar iman ialah Yesus tersalib Tuhan yang dibangkitkan. Kematian dan kebangkitan Kristus adalah pusat keselamatan. Dalam hidup manusia Yesus dari Nazaret, keselamatan menjadi sejarah, dan karena Kristus wafat dalam penyerahan penuh kepada Bapa, maka Bapa dapat menjawab dengan membangkitkan Dia. Sejak itu manusia dalam sejarahnya sendiri berjumpa dengan Allah yang hidup dan yang menghidupkan, bahwa Ia bersatu dan berjumpa dengan Yesus Kristus. Berjumpa dan bersama-sama dengan Yesus Kristus berarti menjadi sesama manusia dengan Yesus yang berjerih payah, dan dalam sikapnya orang mengambil bagian dalam keyakinan Yesus akan hidup ( “Aku datang supaya mereka punya hidup” ).

Dengan kematian dan kebangkitan Yesus Kristus adalah pertemuan Allah dan manusia, dalam kematian dan kebangkitan Yesus nampak solidaritas Kristus dengan manusia, dalam kebangkitannya nampak kesatuan-Nya dengan Allah. Keselamatan bukan barang atau Martabat, juga bukan hadiah atau pahala dalam Kristus. Keselamatan berarti Partisipasi. Keselamatan berarti: Kristus hidup untuk….wafat untuk… Kematian dan kebangkitan Kristus adalah tanda cinta kasih Allah kepada kita manusia ( Yoh 3: 16; 1 Kor 15: 57 ). Dengan kebangkitan Kristus harkat dan martabat manusia terangkat, Manusia adalah teman sekerja Allah untuk merealisasikan keselamatan itu di dunia ini, ikut merealisasikan dan memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan.

Iman yang mantap adalah iman yang aktif ditengah lingkungan yang tidak beriman, iman itu kreatif, dinamis. Iman adalah bersatu dan bersama Kristus dalam kesaksian, persekutuan dan pelayanan. Itulah iman Kreatif dan berdampak positif. Yesus Kristus dijadikan dosa, dikutuk Allah ( Gal 3: 13 ) dan mati ganti kita, supaya kita boleh hidup sebagai anak Allah yang suci dan benar. Paulus dalam suratnya kepada orang Korintus mengatakan bahwa
ia tidak hendak mengetahui apa-apa di antara orang-orang Korintus selain Yesus Kristus yang telah tersalib itu ( 1 Kor 2:2 ). Inilah fiman yang mengandung energi. Firman Allah yang mewujud merupakan dialog antara Allah dan manusia yang telah terjadi pada masa tertentu dengan kelahiran Yesus di Betlehem (1 Yoh 1:1, flp 2:16, Yoh 1:4).

Makna Kematian Yesus adalah untuk keselamatan bagi umat berdosa yang mau percaya kepadaNya. Bagi Iman Kristen ada jaminan dan kepastian keselamatan yang diterima setiap orang yang percaya kepada Yesus, ada kepastian akan pengampunan dosa. Ada pepatah lama yang sudah cukup terkenal:” Di kenal maka disayang, karena tak kenal maka tak sayang”. Maka untuk itu kita harus lebih sungguh-sungguh mendekatkan diri kepada Yesus, sebab itulah arti Salib. Salib terdiri dari dua buah garis ( +) : Garis vertical ( I ) adalah menunjuk ke atas, yaitu kepada Allah, yang berarti bahwa kita harus membangun relasi atau hubungan yang baik dengan Allah. Garis mendatar ( - ), garis horizontal bahwa setiap orang Kristen itu harus membangun hubungan yang baik dengan lingkungan hidupnya, dengan sesama manusia Rasul Paulus menghimbau agar supaya semua orang Kristen yang percaya  kepada Yesus merendahkan diri, supaya sehati sepikir, seperasaan satu dalam kasih.(Flp .2:1-2). Hanya dengan sikap seperti itulah sukacita sempurna tercapai. Sukacita yang sempurna yang tercapai apabila tercipta kesatuan dan persatuan dalam Jemaat: Sehati, sepikir dalam kasih, satu jiwa dan satu tujuan di dalam persekutuan Jemaat. 

Tidak ada yang paling berharga selain dari terciptanya persekutuan yang sehati, sepikir dalam satu kasih, satu jiwa dan satu tujuan. Apapun yang hendak dikerjakan, dan bagaimanapun berartnya beban masalah yang sedang  ihadapi dan tugas pekerjaan yang akan diselesaikan, semuanya akan tercapai apabila sehati sepikir dalam satu kasih, satu jiwa dan satu tujuan dan secara bersama-sama mengerjakan. Kesatuan hati, jiwa, pikiran, tujuan dan kasih. hal ini bisa nampak apabila ada saling pengertian, pandai mengambil hati teman, adanya kesetiaan untuk mengalah, yang mendahulukan kepentingan persekutuan dari pada kepentingan diri sendiri. Kesatuan dan persatuan
itu akan terwujud dengan baik apabila secara bersama-sama merasakan apa saja yang perlu dikerjakan, sama sama mendahulukan dan mementingkan pekerjaan baik, saling berlomba untuk menyelesaikan pekerjaan baik.

Supaya tercapai kesatuan hati, kebersamaan yang baik, satu dalam kasih dan satu dalam Pikiran, sebaiknya semua harus sama-sama saling merendahkan diri, adalah kerendahan hati apabila kita bersedia mengakui kelebihan daripada kawan. Kerandahan hati apabila kita mau bertanya terhadap teman sebelum mengerjakan sesuatu pekerjaan. Adalah kerendahan hati apabila kita mampu mengenal kelemahan diri sendiri, dan mau belajar dan bertanya kepada teman, bersedia untuk saling melayani, berlomba mengerjakan pekerjaan baik dan saling mendahului memberi hormat. Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus.

Menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat dalam Kristus Yesus. Yesus dengan jelas mengenal siapa diri-Nya sebenarnya, Yesus mengenal karakter, kelakuan dan kedegilan hati manusia. Yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia, dan dalam keadaan  sebagai manusia Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati ( Flp 2:8 ) . Sebelum Tuhan Yesus menderita kesakitan itu, dia sudah dengan jelas mengetahui Viadolorosa yang harus Dia jalani dan salib yang harus Dia pikul itu. Yesus sudah mengetahui penderitaan yang tiada tara yang akan diderita-Nya sendiri, Yesus bersedia menanggung semua penderitaan itu. Yesus tidak menolak penderitaan itu, karena Jesus dengan jelas mengerti dan  mengatahui bahwa untuk itulah Allah menyuruh-Nya datang ke dunia ini untuk melaksanakan pekerjaan-Nya. Kerendahan hati, hati yang penuh ketaatan, sikap itulah yang ditunjukkan oleh Yesus dengan ketaatan-Nya memikul salib, menghadapi penderitaan yang tiada tara hanya untuk menebus dosa umat manusia.

Kehidupan orang percaya harus menjadi teladan yang dinamai kristen. Artinya: pengikut Kristus. Pertanda bahwa kita benar-benar pengikut Kristus, kita harus mengerjakan pekerjaan Yesus, kita mengimani, menghayati serta melaksanakan apa yang telah diperbuat oleh Yesus dan seluruh perbuatan-Nya. Itulah yang dikatakan oleh Yesus kepada murid-murid-Nya: ”Sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah kuperbuat kepadamu”.( Yoh 13: 15 ). Kalau Yesus bersedia membasuh kaki para murid-Nya, orang yang percaya kepada-Nya pun, yang mengikut Yesus bersedialah membasuh kaki sesamanya. Karena Yesus sudah mengasihi orang yang lemah, yang miskin dan yang tidak punya apa-apa, sebaiknya orang yang mengikut Kristus berbuat demikian juga, kemampuan meneladani apa yang telah diperbuat oleh Yesus. Kerendahan hati harus menjadi karakter, sifat, perangai kelakuan yang baiklah nama Kristen itu di dalam kehidupannya, yang terukir dan tertanam perbuatan Kristus didalam kehidupannya sehari-hari. 

Dalam surat 1 Joh 2: 6 dikatakan: ”Barang siapa mengatakan bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup. Ini berarti: Mengikut Yesus bukan hanya pada waktu sukacita saja, termasuk juga ketika  ukacita sedang merundung kehidupan, di dalam duka cita, penderitaan sedang menimpa. Yesus sendiri pun menjalani apa yang membuat hatinya senang dan bersukacita, juga dia bersedia berjalan di jalan viadolorosa, jalan  penderitaan – memikul salib sampai ke Bukit Golgata dimana Yesus disalibkan bersama dua orang penjahat kelas kakap yang sama-sama disalibkan dengan Dia. Kalau kita berkata dan bersaksi bahwa kita adalah pengikut Yesus Kristus janganlah hanya ketika suasana aman-aman saja, tanpa ada penderitaan dan dukacita. Banyak orang Kristen sekarang ini seperti itu. Setiap ketaatan dan sikap tunduk dia harus turut menderita, memikul salib Yesus juga, berjalan pada jalan yang sudah dijalani oleh Yesus. Maksudnya :”Berkorban atau menjadi Korban” Dan justru oleh karena penderitaan itulah membuat ketaatan dan rasa tunduk itu menjadi amat berharga ketaatan dan rasa tunduk tersebut. Itulah yang sudah terjadi, penderitaan yang sudah dijalani Yesus. Dan itupulah yang mau diteladani, dihayati serta dilaksanakan oleh semua pengikut Yesus Kristus. Adalah berkat Tuhan terhadap orang yang taat dan tunduk serta mau merendahkan diri. Ketaatan dan rasa tunduk dari pada setiap orang beriman kepada Yesus tidaklah sia-sia ( Bahwa Jerih payahmu di dalam Tuhan tidaklah sia-sia. (I Kor 15: 58). Gereja yang benar adalah Gereja yang tetap memelihara kesatuan dan persatuan Orang Kristen adalah pengikut Kristus, harus meneladani Kristustus. Orang yang taat, patuh, bekerja keras. Berbahagialah orang yang tetap bertahan dalam iman. Orang yang tetap bertahan dalam pencobaanlah yang berbahagaia. Amin.

Oleh : Pdt Eben Ezer Sihombing STh, Pendeta HKBP Resort Sulawesi Utara. Distrik Indonesia Bagian Timur ( I B T )

Thursday, April 13, 2017

Merespon panggilan Tuhan


Merespons Panggilan Tuhan

January 15, 2017 

Belajar dari Teladan Hidup Abraham (Kej 12:1-9)

Setiap orang yang menjadi umat Allah adalah orang-orang yang mengalami dan menerima panggilan dari Tuhan. Jika kita mengamati cara Tuhan dalam memanggil umat-Nya, kita menemukan bahwa Tuhan punya cara-cara yang unik. Misalnya saja, saat Tuhan memanggil Musa, Tuhan menampakkan diri dalam semak duri yang sedang terbakar.

Kisah panggilan tokoh-tokoh Alkitab sangatlah unik. Cerita tersebut diceritakan ulang kepada kita sebab ada banyak pelajaran yang penting yang dapat dipelajari oleh umat Tuhan. Hari ini kita akan mempelajari kisah panggilan Allah terhadap Abram. Kita akan memikirkan tiga hal yang menjadi respons Abraham atas panggilan Allah bagi Dia.

Sebelumnya, kita harus memahami bahwa panggilan Allah kepada Abram bukanlah hal yang mudah untuk dijalani. Abram dipanggil Tuhan untuk meninggalkan segala kenyamanan dan kemapanan hidupnya. Lihat dalam Kej. 12:1, Tuhan berfirman kepada Abram “pergilah dari negrimu, dari sanak saudaramu, dari rumah bapamu ke negri yang akan Kutunjukan kepadamu.” Mengapa Tuhan menyebut mengenai “sanak saudara dan rumah bapamu,” hal apakah yang sedang dibicarakan Tuhan? “sanak saudara dan rumah bapa” adalah gambaran dari keluarga, tempat yang paling aman dan nyaman dalam kehidupan seseorang. Saat Tuhan menyuruh Abram meninggalkan keluarganya, meninggalkan rumah ayahnya, itu sama saja Abram diminta Tuhan untuk meninggalkan “zona aman hidupnya,” tempat yang selama ini memberikan kenyamanan dan keamanan bagi dia dan keluarganya.

Walaupun Allah memberikan kepada Abram janji yang indah, yang lebih baik dari kehidupan yang sedang dijalaninya, namun pada waktu itu apa yang Allah janjikan belum terjadi. Abram harus memilih antara kehidupan “yang sudah pasti” atau ikut perintah Tuhan yang “masih belum jelas.”

Jika kita menjadi Abram, apa pilihan kita? Mengikuti perintah Tuhan atau tetap tinggal di Haran? Pilih kehendak Tuhan yang “belum jelas” atau pilih yang sudah pasti saja? saya yakin, kita belum tentu akan mengambil keputusan seperti Abram, berani meninggalkan yang sudah pasti untuk mengikuti perintah Tuhan. Mengapa demikian? sebab manusia senang dengan kejelasan, manusia itu tidak suka dengan hal-hal yang tidak atau belum jelas.

Kisah panggilan Allah atas Abram mengajarkan kita untuk tidak menjadikan hidup dalam Tuhan semata-mata mengikuti logika dan pertimbangan manusia. Logika dan pertimbangan manusia cenderung dipengaruhi oleh keinginan untuk memiliki kehidupan yang nyaman, aman, dan senang.

Hal apakah yang Abraham lakukan dalam merespons panggilan Tuhan? Ada tiga hal yang Abraham lakukan. Pertama, Abraham merespons panggilan Tuhan dengan iman.

Saat Tuhan panggil Abram, ia taat kepada perintah Tuhan. Abram meninggalkan segala kenyamanan hidupnya untuk mentaati perintah Tuhan. Kitab Kejadian tidak menjelaskan kepada kita mengapa Abram dapat mentaati Tuhan, walaupun perintahnya sebenarnya berlawanan dengan logika dan pertimbangan manusia. Meskipun demikian, jika kita membaca Ibrani 11: 8, Alkitab mengatakan karena imanlah Abraham taat kepada Tuhan. Iman membuat seseorang mampu mentaati perintah Tuhan, walaupun perintah itu “barangkali tidak kita sukai.”

Jadi, jika kita ingin menjadi seperti Abram, memiliki iman yang kuat yang mampu membuatnya setia kepada Tuhan, maka kita harus mempunyai iman. Namun, bagaimana kita dapat memiliki iman yang seperti itu? maka jawabannya adalah iman seperti itu tidak bisa dipelajari, iman seperti itu adalah pemberiaan Tuhan.  Itulah sebabnya, kita harus meminta kepada Tuhan supaya kita mempunyai iman seperti Abram, iman yang membuat kita tetap setia pada Tuhan.

Mungkin kita bertanya, bagaimana dengan belajar firman Tuhan, rajin berdoa, rajin pergi ke gereja, dapatkah semuanya itu menghasilkan iman seperti Abraham? jika kita membaca kitab Kejadian, kita tidak melihat bahwa iman itu muncul setelah Abram rajin melakukan berbagai tindakan religius seperti yang tadi disebutkan.

Saya percaya, rajin ke gereja, rajin mendengarkan firman Allah, dan rajin berdoa dapat membuat kita menjadi orang Kristen yang bertumbuh dan kuat. Meskipun demikian, iman yang pertama-tama itu pada dasarnya adalah pemberiaan Tuhan. Tanpa iman yang Tuhan berikan, semua disiplin rohani yang kita lakukan, tidak akan membawa dampak apa-apa dalam kehidupan kita.

Jadi, dari peristiwa Abram kita melihat bahwa iman yang sejati, yang dimiliki oleh seorang umat Tuhan adalah pemberiaan Tuhan dan iman yang sejati memberikan dorongan yang kuat kepada orang yang memilikinya untuk mentaati perintah Tuhan.

Hal kedua yang kita lihat dari panggilan Abram adalah ia meresponi panggilan Tuhan dengan berbakti kepada Tuhan. Lihat Kejadian 12:7, ketika Tuhan berfirman untuk kedua kalinya kepada Abram, ia membuat mezbah. Apakah itu mezbah? mezbah adalah tempat untuk mempersembahkan korban kepada Tuhan. Dalam Perjanjian Lama, ibadah itu selalu dilakukan dalam bentuk memberikan korban kepada Tuhan. Jadi Abraham meresponi Tuhan dengan jalan memberi dirinya untuk beribadah kepada Tuhan.

Hal yang sama berlaku bagi orang-orang Kristen di zaman sekarang. Respon apakah yang harus ada pada kita setelah kita menerima panggilan Tuhan dan percaya Yesus? Maka jawabannya adalah kita harus menjadi orang-orang Kristen yang mengabdikan dirinya pada Tuhan dan ibadah adalah wujud nyata dari pengabdian diri seorang Kristen.

Jika dulu, orang-orang dalam Perjanjian Lama melakukan ibadah dengan jalan memberikan korban bakaran, maka sekarang orang-orang Kristen melakukan ibadah dengan jalan pergi ke gereja. Hal ini penting untuk kita pahami bahwa kita pergi ke gereja untuk beribadah. Kita pergi ke gereja karena kita adalah orang-orang yang telah menerima panggilan Tuhan, yang hadir disini untuk mengabdikan diri pada Tuhan melalui ibadah ini.

Jadi, pada saat kita menyanyi, kita harus sadar bahwa kita sedang mengabdikan diri pada Tuhan, maka menyanyilah dengan sepenuh hati. Demikian juga saat kita mendengarkan firman Tuhan, ingat kita sedang datang untuk mengabdikan diri pada Tuhan, maka dengarkanlah firman Tuhan dengan sepenuh hati.

Respon ketiga adalah Abram belajar membangun hubungan pribadi yang erat dengan Tuhan. Lihat dalam Kej 12:8. Dalam Alkitab dikatakan Abram memanggil nama Tuhan. Istilah memanggil nama berarti Abram mencoba untuk membangun hubungan yang lebih erat dengan Tuhan.

Respon yang sama juga harus ada pada kita. Setelah kita menerima panggilan Tuhan, kita tidak cukup sekedar beribadah dengan setia, namun kita harus membangun hubungan personal dengan Tuhan.

Bagaimana caranya? caranya adalah dengan membangun sebuah hubungan komunikasi yang benar dengan Tuhan. Kita harus berlajar berkata-kata kepada Tuhan. Komunikasi dengan Tuhan biasa disebut orang dengan istilah doa. Meskipun demikian, ada banyak orang memahami doa itu secara mekanis, artinya memahami doa sebagai rutinitas kegiatan. Padahal doa adalah sebuah hubungan komunikasi, doa tidak bergantung pada jam, doa itu sesuatu yang dilakukan kapan saja dan dimana saja.

Tugas kita sebagai orang Kristen adalah bagunlah hubungan pribadi dengan Tuhan, dengan benar. Selain itu, untuk membangun hubungan dengan Tuhan, kita perlu mendegar Tuhan berbicara. Itulah sebabnya membaca dan mendengarkan Firman Tuhan adalah hal penting bagi seorang Kristen.

Di awal tahun 2017 ini, Tuhan memanggil kita untuk hidup dalam iman dan taat pada Tuhan, memiliki komitmen untuk berbakti dengan setia pada Tuhan, dan menjadikan hubungan pribadi dengan Tuhan, doa dan menderngarkan firman Tuhan, sebagai hal utama dalam hidup kita..

Ditulis oleh

Chandra Gunawan

Wednesday, April 12, 2017

Makna Kematian Kristus bagi Kita

Apakah makna kematian Kristus bagi kita? Pertama, sadarilah bahwa saat Kristus menderita sengsara sampai wafat di kayu salib, Kristus sedang menempati tempat yang seharusnya kita tempati. Kita seharusnya mati karena kita telah berdosa, tetapi Kristus mati menggantikan kita sehingga kita memperoleh hidup yang kekal (Roma 6:23). Kedua, sadarilah bahwa kematian Kristus menggambarkan betapa dahsyatnya murka Allah yang disebabkan oleh dosa manusia. Sadarilah bahwa orang beriman yang tetap berbuat dosa telah meremehkan pengorbanan Kristus dan menyakiti hati Kristus. Ketiga, sadarilah bahwa melalui kematian-Nya di kayu salib, Kristus telah melepaskan kita dari perbudakan dosa, sehingga orang yang beriman kepada Kristus bebas untuk melakukan kebenaran. Tidak melawan keinginan berbuat dosa setelah dibebaskan dari perbudakan dosa merupakan tindakan kebodohan. Keempat, melalui kematian-Nya di kayu salib, Kristus telah mendamaikan diri kita dengan Allah. Di dalam Kristus, kita yang sebelumnya mendapat murka Allah, telah memperoleh kemurahan dan pengampunan Allah. Oleh karena itu, orang-orang yang beriman harus menjalani hidup dengan hubungan yang baru dengan Allah, yaitu kehidupan sebagai anak-anak Allah yang bersekutu erat dengan Allah.

Kematian Kristus bersangkut paut secara erat dengan diri kita. Saat membaca tentang kesengsaraan Kristus, ingatlah bahwa seharusnya Anda dan sayalah yang mengalami semua penderitaan tersebut. Keselamatan yang kita miliki di dalam Kristus telah dibayar dengan harga yang mahal, sehingga respons kita yang sewajarnya adalah bersyukur dan mengabdikan hidup kita bagi kepentingan pekerjaan Allah. [P]

1 Petrus 3:18a
Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah

Monday, May 14, 2012

TATTOO PERMANEN DARI SUDUT PANDANG PAK


PENDAHULUAN
                        Pendidikan Agama Kristen (PAK) adalah usaha untuk mendewasakan setiap individu terutama mahasiswa, agar menjadi manusia yang berdiri sendiri dalam mengatasi setiap persoalan hidup yang berlandaskan Firman Allah. Tujuan pendidikan agama Kristen untuk membawa, membimbing, mendidik seluruh mahasiswa dalam pengenalan akan Kristus, sehingga mereka dapat terhisap dalam karya keselamatan yang diberikan Allah melalui Yesus Kristus yang dikerjakan oleh Roh Kudus. Hal ini sesuai dengan pendapat Loyola, (dalam Boelchle 1991: 472) yang mengatakan:
              Untuk melibatkan para warga muda khususnya dalam latihan-latihan rohani dan intelektual yang memupuk kehidupan batiniah dan kognitif  untuk membimbing mereka mengambil bagian dalam kebaktian Gereja, sehingga rela mentaati setiap perintahNya dengan dampaknya yang luas dalam urusan-urusan masyarakat sampai akhirnya mereka memenuhi alasan-alasan terakhir mengapa mereka diciptakan Allah.
                        Dunia pendidikan tidak terlepas dari lingkungan sosial dimana pendidik dan peserta didik berada, Pendidikan Agama Kristen berawal dari keluarga dimana anak itu dilahirkan. Pendidikan Agama Kristen harus ditanamkan sejak dini kepada generasi penerus sehingga terbentuk nilai moral yang beretika Kristiani.
Pengaruh globalisasi yang semakin marak, memungkinkan arus komunikasi dapat memasuki setiap pelosok, sehingga perguliran tren dapat disimak dengan jelas. Tren merupakan sesuatu yang harus disikapi secara cermat terutama dikalangan remaja yang dalam masa peralihan ke usia dewasa. Dalam usia remaja kematangan emosional belum terbentuk, mudah digoyahkan oleh pengaruh-pengaruh dari luar. Segala informasi yang diterima termasuk tren harus melalui proses seleksi sehingga kita tahu mana yang bermanfaat dan tidak, terutama tidak bertentangan dengan iman Kristiani. 
            Tattoo merupakan tren yang sedang digemari dikalangan kaum muda pada saat ini. Tren ini tidak hanya masuk dikalangan bawah tetapi kalangan menengah ke atas, pria maupun wanita, dari para dokter hingga pengacara, artis-artis dan tidak terkecuali kaum muda Kristen. Menurut sejarah tattoo selalu dihubungkan dengan ritual yang mengerikan dan mengeluarkan darah yang dipergunakan dalam ritual agama untuk menyelaraskan jiwa manusia dengan kekuatan gaib agar jiwa tersebut dapat masuk ke alam baka dengan tenang. Arti-arti spiritual yang tersembunyi dalam tattoo antara lain adalah lambang perbudakan yang dipakai oleh bangsa Yunani dan Roma kepada para budak mereka, sebagai simbol arwah-arwah leluhur, sebagai tanda pengenal sekte-sekte tertentu dan simbol dalam ritual-ritual sex, lambang untuk mengambil bagian dalam pesta narkoba, dan hal-hal yang berhubungan dengan pemberontakan, mistik, kanibalisme, dan penyembahan terhadap setan.
Salah satu penyebab utama kaum muda Kristen memakai tattoo adalah karena mereka tidak memiliki pengetahuan tentang latar belakang dan sejarah  tattoo serta bahaya yang dapat ditimbulkan melalui tattoo tersebut.            
          Saya menulis tentang tatto karena, merupakan sebuah fenomena yang banyak terjadi dan mendapat sorotan  dari berbagai kalangan. Pada tahun 1950, wabah penyakit Hepatitis B pernah menyebar di New York karena tattoo akibatnya tattoo dilarang pada tahun 1961-1997. Orang yang bertato akan menurun kesehatannya, mereka akan memiliki kemungkinan lebih besar terkena AIDS, Hepatitis B,C, Tetanus, Syphilis, TBC, dan penyakit lainnya.
      Berdasarkan penelitian yang tercatat di Journal of Pediatrics tangggal 6  Juni 2002, sebanyak 90% remaja yang mempunyai  tattoo sud. Di Amerika, biaya untuk membuat sebuah tattoo diperkirakan sebesar US$ 45, tetapi untuk menghilangkannya diperlukan biaya sebesar US$ 5000 dan hal tersebut tidak dapat menjadi jaminan. Tattoo berhubungan erat dengan dunia gay, lesbian, dan penyimpangan sex, dan orang yang bertato akan dipersepsi sebagai orang yang kurang menarik dan kurang pintar. Lebih dari separuh orang yang bertato ingin menghilangkan tatonya. Tattoo bukan sekedar seni seperti yang lazim diketahui oleh semua orang pada saat ini, tetapi dibalik semua itu terdapat tipuan dan siasat iblis untuk menghancurkan umat manusia khususnya kaum muda Kristen untuk dibawa kepada kebinasaan kekal.
      Pada tahun 1871 kerajaan Inggris memberlakukan praktek tattoo kepada para tawanan perang, prajurit yang menjadi penjahat perang, pembelot atau pemberontak mereka dicap dengan hurup “D” (Deserter) atau “B.C” (Bad Character). Tahun 1867 para narapidana yang telah dicap dibuang ke Australia. Di Jerman para Nazi mentato anggota mereka dengan tanda “SS” yang letaknya di bawah ketiak dengan menggunakan darah dari anggotanya. Hal ini dilakukan bukan untuk mencegah terjadinya pembelotan tetapi sebagai tanda mistik yang menunjukkan organisasi rahasia. Para tahanan di pusat barak-barak ditato pada lengan bagian bawah dengan alasan untuk tujuan administrasi, tetapi hal ini merupakan suatu penghinaan terhadap mereka.
      Iraq merupakan negara yang menerapkan tattoo sebagai penghukuman, pada tahun 1994 Saddam Hussein mengumumkan sembilan peraturan dengan spesifikasi para pemberontak, kriminal dan orang yang menolak harus mendapat tattoo silang “X” di dahi mereka. Para kriminal merupakan subjek dari bentuk penghukuman primitif ini. Pada tahun 1994 Amnesti Internasional menyiarkan gambar pria yang mengalami amputasi dan tattoo penghukuman di dahi mereka, pria tersebut adalah: Ali Ubaid, Abed Ali, terdakwa pencurian uang dan televisi. Beberapa dokter dihukum mati karena menolak memberikan tattoo penghukuman kepada para kriminal.(Van Dinter 2005:32)
      Di Indonesia tattoo berkaitan dengan hal-hal religius dan melibatkan pengorbanan manusia. Pada masa penjajahan kolonial Belanda suku Patasiwa di kepulauan Malaccan Seram dilarang untuk melakukan praktek tattoo yang terkenal dengan nama kakean yang berkaitan dengan suatu perkumpulan rahasia. Suku Pattasiwa hanya memperbolehkan orang yang telah dewasa untuk ditato hal ini untuk menjaga adat tradisi mereka agar tidak punah. Para pemula ditato pada dada, bahu dan lengan mereka dengan tanda silang, tattoo baru akan ditambahkan pada waktu pertemuan warga.
      Arti dari tattoo hanya dapat diperkirakan, karena setiap anggota suku telah disumpah merahasiakan setiap hal yang berkaitan dengan upacara religius.   Suku Alfuru yang bermukim di pegunungan kepulauan Seram melakukan praktek perburuan kepala manusia,  mereka percaya bahwa arwah berdiam di dalam tengkorak manusia maka setiap kepala musuh menjadi sangat berharga.  Anggota suku yang telah memenggal kepala musuh akan mendapat tattoo yang disebut tanda perburuan kepala manusia yang diambil dari burung Frigate.
      Ma’boea adalah bentuk upacara religius  yang mempergunakan tattoo  terletak di daerah pusat Celebes, upacara ini melibatkan pengorbanan manusia. Ma’boea merupakan upacara pendamaian dengan para dewa ketika mengalami kegagalan panen secara berturut-turut atau dalam keadaan sakit keras. Seorang budak yang berusia tua tandasang yang berasal dari daerah lain dibeli kemudian dilakukan upacara ritual dengan membuat tattoo pada setiap anggota suku dan berakhir dengan kematian  tandasang. Kepala  tandasang dipotong dan dibakar kemudian digantung pada tiang.
      Suku Mbuti di Afrika masih melakukan praktek  tattoo sampai pada akhir abad 20 mereka membuat tattoo dengan cara merajah permukaan kulit, debu dan  getah tanaman hutan digunakan sebagai  zat pewarna yang diyakini merupakan sumber kekuatan, kesehatan dan kemujuran. Jika seseorang sakit sejumlah rajahan dibuat dan permukaan kulit yang dirajah ditaburi dengan debu yang dicampur dengan air liur. tattoo dilakukan secara sukarela dengan mempergunakan pisau sebagai alat perajah.  
 
ISI
a) Pengertian Tattoo
            Istilah tattoo berasal dari bahasa Tahiti tatau yang bermakna dekorasi tubuh, tatoo adalah gambar atau simbol yang diukir pada kulit tubuh dengan mengunakan jarum  serta menggunakan pigmen warna-warni yang digerakkan oleh mesin. Definisi ini didukung oleh Van Dinter, (2005: 15) yang menyatakan,  tattoo is defined as an indelible mark fixed upon the body by inserting pigment under the skin”. Dahulu orang menggunakan teknik manual dalam membuat tattoo. Orang Mentawai menggunakan tongkat yang terbuat dari kayu, ukuran panjang 40 sentimeter dan ujungnya dipasang jarum yang terbuat dari onak duri.
Tattoo merupakan bentuk seni tertua yang telah ada sejak abad sembilan belas dan mengandung berbagai arti. Pada tahun 1774 kapten Cook kembali ke Inggris dengan membawa dua orang Tahiti yang bertato yaitu Omai dan Tupaia dan memperkenalkan kepada masyarakat kalangan atas dan mendapat penolakan dari Pangeran Giolo.
 
b.) Sejarah Tattoo  
      Sejarah tattoo didasarkan pada penemuan mumi es Otzi oleh  beberapa ahli Arkeologi, mereka telah meneliti tubuh mumi otzi yang ditemukan di antara perbatasan pegunungan Australia-Italia. Otzi hidup sekitar 5300 tahun yang lalu dan penyebab kematiannya masih diperkirakan. Para ahli menemukan tanda garis palang di belakang lutut kiri, hasil risset membuktikan tanda tersebut sebagai terapi pada penderita rematik. Tanda tersebut dipergunakan sebagai terapi tattoo oleh suku Berber di pegunungan Afrika Utara. Para ahli Antropologi berpendapat bahwa; dengan membuat rajahan pada bagian yang sakit dan dengan membubuhkan obat-obatan herbal pada luka, dapat menyembuhkan penyakit rematik.
Tatto diberbagai negara :
1.Tattoo Penghukuman Kerajaan Inggris
       Pada tahun 1871 kerajaan Inggris memberlakukan praktek tattoo kepada para tawanan perang, prajurit yang menjadi penjahat perang, pembelot atau pemberontak mereka dicap dengan hurup “D” (Deserter) atau “B.C” (Bad Character). Tahun 1867 para narapidana yang telah dicap dibuang ke Australia. Di Jerman para Nazi mentato anggota mereka dengan tanda “SS” yang letaknya di bawah ketiak dengan menggunakan darah dari anggotanya. Hal ini dilakukan bukan untuk mencegah terjadinya pembelotan tetapi sebagai tanda mistik yang menunjukkan organisasi rahasia. Para tahanan di pusat barak-barak ditato pada lengan bagian bawah dengan alasan untuk tujuan administrasi, tetapi hal ini merupakan suatu penghinaan terhadap mereka.
      Iraq merupakan negara yang menerapkan tattoo sebagai penghukuman, pada tahun 1994 Saddam Hussein mengumumkan sembilan peraturan dengan spesifikasi para pemberontak, kriminal dan orang yang menolak harus mendapat tattoo silang “X” di dahi mereka. Para kriminal merupakan subjek dari bentuk penghukuman primitif ini. Pada tahun 1994 Amnesti Internasional menyiarkan gambar pria yang mengalami amputasi dan tattoo penghukuman di dahi mereka, pria tersebut adalah: Ali Ubaid, Abed Ali, terdakwa pencurian uang dan televisi. Beberapa dokter dihukum mati karena menolak memberikan tattoo penghukuman kepada para kriminal.
2.Tattoo Perburuan Kepala dan Pengorbanan Manusia di Indonesia
      Di Indonesia tattoo berkaitan dengan hal-hal religius dan melibatkan pengorbanan manusia. Pada masa penjajahan kolonial Belanda suku Patasiwa di kepulauan Malaccan Seram dilarang untuk melakukan praktek tattoo yang terkenal dengan nama kakean yang berkaitan dengan suatu perkumpulan rahasia. Suku Pattasiwa hanya memperbolehkan orang yang telah dewasa untuk ditato  hal ini untuk menjaga adat tradisi mereka agar tidak punah. Para pemula ditato pada dada, bahu dan lengan mereka dengan tanda silang, “tattoo” baru akan ditambahkan pada waktu pertemuan warga.
       Arti dari tattoo hanya dapat diperkirakan, karena setiap anggota suku telah disumpah merahasiakan setiap hal yang berkaitan dengan upacara religius.   Suku Alfuru yang bermukim di pegunungan kepulauan Seram melakukan praktek perburuan kepala manusia,  mereka percaya bahwa arwah berdiam di dalam tengkorak manusia maka setiap kepala musuh menjadi sangat berharga.  Anggota suku yang telah memenggal kepala musuh akan mendapat tattoo yang disebut tanda perburuan kepala manusia yang diambil dari burung  frigate.
      Ma’boea adalah bentuk upacara religius  yang mempergunakan  tattoo terletak di daerah pusat Celebes, upacara ini melibatkan pengorbanan manusia. Ma’boea merupakan upacara pendamaian dengan para dewa ketika mengalami kegagalan panen secara berturut-turut atau dalam keadaan sakit keras. Seorang budak yang berusia tua tandasang yang berasal dari daerah lain dibeli kemudian dilakukan upacara ritual dengan membuat tattoo pada setiap anggota suku dan berakhir dengan kematian tandasang.  Kepala tandasang dipotong dan dibakar kemudian digantung pada tiang.
3.Tattoo Perbudakan di Afrika
          Pada  tiap-tiap suku tattoo pada wanita merupakan simbol kecantikan tetapi bagi wanita Afrika tattoo  melambangkan perbudakan, melalui rajahan pada wajahnya yang menandakan bahwa ia seorang budak yang tidak berharga dan dapat diperjual-belikan. Suku Mbuti di Afrika masih melakukan praktek tattoo sampai pada akhir abad 20 mereka membuat tattoo dengan cara merajah permukaan kulit, debu dan  getah tanaman hutan digunakan sebagai  zat pewarna yang diyakini merupakan sumber kekuatan, kesehatan dan kemujuran. Jika seseorang sakit sejumlah rajahan dibuat dan permukaan kulit yang dirajah ditaburi dengan debu yang dicampur dengan air liur. tattoo dilakukan secara sukarela dengan mempergunakan pisau sebagai alat perajah.
4.Tattoo Lambang Status di Cina 
          Di Cina kuno pada abad 500 sebelum Kristus, rakyat hidup berdasarkan aturan-aturan Kong Fu Chu, yang mengajarkan manusia untuk hidup beradap dan taat terhadap orang tua dan leluhur mereka. Setiap bentuk perusakan terhadap tubuh dan warisan orang tua bertentangan dengan ajaran dasar daan membawa rasa malu terhadap keluarga masyarakat. Masyarakat Cina yang terhormat memandang tattoo sebagai hal yang memalukan, liar dan tidak beradab. Budaya tattoo di Cina sudah ada sejak tahun 200 sebelum Kristus, dipraktekkan  oleh suku Yue, mereka mendekorasi tubuh dengan figur-figur yang berbau mistik. Hal ini dipercaya dapat melindungi mereka dari serangan ular naga dan monster laut.
 Tattoo sangat umum dikalangan budak dan kriminal mereka wajib untuk memakainya sebagai tanda tingkat sosial dan ditujukan untuk mencegah mereka agar tidak melarikan diri. Budak dan kriminal yang melarikan diri akan mudah dikenali  lewat tattoo mereka. Masyarakat Cina yang berada mentato  selir dan pembantu rumahtangga mereka sebagai tanda kepemilikan dan untuk mempermalukan serta menghukum mereka.      
 TATTOO PERMANEN DARI SUDUT PANDANG PAK
Bentuk permasalahan tattoo permanen pada pemuda Kristen dari sudut pandang PAK.
1. Krisis Gambar Diri
                 Pendeklarasian norma-norma Kristiani sering dianggap sebagai sesuatu yang fanatisme. Identitas diri sebagai orang Kristen yang lahir baru sering menjadi suatu hal yang memiliki arti negatif. Pandangan ini dinyatakan bukan saja oleh kalangan pemuda non Kristen yang mengartikan hal tersebut, tetapi terjadi juga antar pemuda Kristen.
                 Kecenderungan pemuda Kristen untuk meleburkan diri dalam budaya primitif, yang berkembang sebagai trend menjadi suatu fenomena yang ditemukan sekarang ini. Hal yang dianggap tabu dan mempunyai label negatif, sekarang menjadi sesuatu yang biasa bahkan dianggap sebagai budaya tandingan. Ironisnya mereka mempraktekkan tattoo tersebut atas dasar meniru teman (lingkungan) mereka, seperti yang dikemukan oleh sumber delapan. Praktek tattoo  tersebut dilakukan hanya ingin metahui apa proses pembuatannya sakit atau tidak. Dalam hal ini mereka sebagai pemuda Kristen tidak mempertimbangkan unsur-unsur negatif dibalik praktek tersebut, apalagi mempertimbangkan dari norma-norma Pendidikan Agama Kristen yang menyatakan bahwa pemuda Kristen sebagai orang percaya diciptakan segambar dengan Allah (Imago Dei). Kejadian 1:26-27, Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, ...”. Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambarNya, menurut gambar Allah diciptakanNya dia; laki-laki dan perempuan diciptakanNya mereka.
                 Gambar Allah melalui kehidupan pemuda Kristen harus tercermin dari segi fisik (tubuh) dan karakter. Pemuda Kristen yang merajah tubuh mereka, baik dengan tattoo sadar atau tidak telah melakukan perubahan bentuk tubuh mereka, bahkan merusaknya, dengan kata lain merusak gambar Allah. Menurut (Abineno 2003:42), “gambar Allah” sebagai ungkapan relasi khusus antara Allah dan manusia dalam panggilan manusia sebagai makhluk yang bertanggungjawab terhadap makhluk-makhluk lain. Manusia bertugas melindungi seluruh ciptaan Allah dari kerusakan, kekacauan, kebinasaan dan lainnya, sebagai pencerminan keberadaan Allah di bumi.
    
2. Krisis Moral
                 Mentoleransi sebuah pelanggaran kecil, akan membawa pemuda Kristen dalam pelanggaran yang lebih besar. Toleransi sekecil apapun terhadap pelanggaran, merupakan awal krisis moral. Sikap moral adalah kesadaran dan tanggung jawab seseorang atau pemuda Kristen dalam melakukan hal-hal baik. Pendapat tersebut sesuai dengan pernyataan (Brownlee, 2002:16) moralitas, biasanya menyangkut kebaikan dan keburukan kelakuan lahir yang sebenarnya terjadi. Hukum moral sendiri didasarkan atas kehendak Allah yang mutlak (Wright, 1995:158).
     Yakobus 2:10 mencatat, sebab barang siapa menuruti seluruh hukum itu, tetap mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya. Dalam Alkitab tidak ada dosa kecil atau dosa besar, kompromi terhadap dosa adalah pelanggaran terbesar.
                 Sebagai pemuda Kristen, harus mempunyai ketegasan sikap untuk berkata tidak, terhadap hal yang bertentangan dengan norma-norma agamanya.
3. Niru-isme
                 Tindakan meniru adalah hal yang lazim dilakukan, sejak kecil aktivitas meniru sering dilakukan mulai dari meniru berbicara, makan, berjalan dan hal-hal lain yang dilakukan orang tua dan orang disekeliling. Saat masuk dalam dunia pendidikan tidak lepas dari aktivitas meniru. Hal tersebut diungkapkan juga oleh (Sadulloh 2007:21) bahwa peniruan sebagai kesalahan konseptual pendidikan, proses pendidikan terjadi dalam medan pergaulan antara orang dewasa dengan anak yang belum dewasa. Gejala-gejala perilaku yang nampak dan tidak nampak oleh anak-anak ikut dihayati secara tidak sadar. Dua hal pengaruh dari meniru yaitu, pengaruh positif dan negatif pada pengembangan diri. Meniru bisa berpengaruh positif apabila dilakukan dengan berpatokan pada norma-norma Kristiani dan pengaruh negatif terjadi bila tindakan tersebut dilakukan dengan tidak berpedoman pada norma tersebut.
                 Trend tattoo menjadi fenomena yang semakin nampak saat ini. Tampilnya artis-artis atau tokoh-tokoh penting di media televisi dan internet, dengan  gambar tattoo pada tubuh mereka, secara tidak langsung ini menjadi suatu pemicu bagi yang mengidolakan mereka, untuk menirunya tidak terkecuali pemuda Kristen.
                 Niru-isme menjadi berkembang dikalangan pemuda Kristen, karena mereka hidup dan bergaul dalam budaya dimana tattoo berada, walaupun norma-norma Kristiani diajarkan tapi apabila mereka tetap menjadi satu dengan budaya tersebut maka mereka akan cenderung terhisap masuk kedalamnya. Niru-isme ini dapat telihat dengan jelas saat bangsa Israel dipimpin oleh Musa ke luar dari Mesir, ketika Musa menghadap Allah di gunung Sinai untuk menerima sepuluh hukum Allah. Dalam hukum itu Allah memberikan norma-norma yang harus dilakukan bangsa Israel, agar tetap berada dalam ikatan perjanjian dengan Allah.
                 Setelah bangsa Israel menunggu lama Musa turun dari gunung Sinai dan tidak ada tanda-tanda kedatangannya, mereka merasa Musa sudah mati. Dengan anggapan tersebut, mereka perlu pengganti Musa sebagai pengantara mereka dengan Allah. Atas dasar kebutuhan akan seorang pemimpin dan pengantara, akhirnya bangsa Israel mendesak Harun untuk membuat patung lembu emas sebagai pengantara mereka kepada Allah (Keluaran 32:1-35).
                 Yang menjadi jawaban mengapa bangsa Israel tidak memilih Harun sebagai pengganti Musa untuk menjadi pengantara mereka kepada Allah ialah niru-isme. Setelah sekian lama bangsa Israel hidup di Mesir ternyata budaya Mesir sudah begitu kuat mengikat mereka. Sehingga saat mereka kehilangan sosok pemimpin yang dapat mengingatkan mereka pada kehendak Allah hilang, maka yang timbul adalah pola pikir budaya mesir. Ensiklopedi Alkitab masa kini mencatat, di Mesir anak lembu jantan diyakini sebagai tunggangan dewa Horus (dewa kesuburan). Bangsa Mesir melakukan ritual penyembahan di depan patung lembu emas untuk menghormati dewa Horus. Ternyata apa yang dilihat bangsa Israel di Mesir itu yang mereka tiru. Niru-isme ini juga kembali dilakukan bangsa Israel pada zaman Yerobeam memerintah Israel Utara. Mereka memakai patung sebagai ganti Allah, 1 Raja-raja 12:28, Sesudah menimbang-nimbang, maka raja membuat dua anak lembu jantan dari emas dan ia berkata kepada mereka: “Sudah cukup lamanya kamu pergi ke Yerusalem. Hai Israel, lihatlah sekarang allah-allahmu, yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir.”
KESIMPULAN
Fenomena tattoo dikalangan pemuda kristen, bukan sekedar seni menggambar di tubuh biasa. tattoo yang dilakukan pemuda kristen sebuah bentuk apresiasi masalah kepribadian yang mengandung krisis gambar diri, krisis moral dan niru-isme.
            pemuda Kristen dari sudut pandang Pendidikan Agana Kristen (PAK), taidak dibenarkan merajah tubuhnya dengan tattoo. tubuh adalah bait Allah yang hidup, yang telah dibayar lunas oleh penebusan Kristus di kayu salib. tattoo adalah sebuah bentuk tipuan iblis yang hendak merusak keberadaan pemuda Kristen dalam menjalankan fungsinya sebagai bait Allah yang hidup. tatto digunakan iblis untuk menandai pemuda Kristen sebagai milik kepunyaannya. manusia diciptakan menurut gambaranNya, iblis tidak senang melihat gambar Allah dalam diri manusia. iblis tahu bahwa waktunya tidak akan lama lagi, dan ia akan berada dibawah penghukuman kekal api neraka, sebab itu ia hendak membawa manusia turut serta bersamanya.

DAFTAR PUSTAKA
Boehlke, Robert R. 2005. Sejarah Perkembangan Pikiran Dan Praktek Pendidikan Agama Kristen. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Enklaar, I H: Homrighausen, E. G. 2005. Pendidikan Agama Kristen. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Cully, Iris V. Dinamika Pendidikan Kristen. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Abineno, J. L. CH. 2003. Manusia Dan Sesamanya Di Dalam Dunia. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Wright, Christopher. 1995. Hidup Sebagai Umat Allah Etika Perjanjian
Sudduth, William. 2009. Ada Apa Dibalik Tinta. Jakarta: Yayasan Kasih Anugerah.
Charisma. 2009. Tattoo And Piercing. Febuari-Maret. Hlm.14-15.
Budihusodo, Unggul. 2009. Awas Tato Dan Tindik Tularkan Hepatitis. http://kesehatan.kompas.com/read/xml. (1 Mei 2009).

Friday, April 27, 2012

RENTENIR................


Ulangan 23:19-25; Lukas 6:38

HUTANG PIUTANG

"Janganlah engkau membungakan kepada saudaramu, baik uang  maupun bahan makanan atau
apapun yang dapat dibungakan. Dari orang asing boleh engkau memungut bunga, tetapi dari  
saudaramu janganlah engkau memungut bunga -- supaya TUHAN,    Allahmu, memberkati
engkau dalam segala usahamu di negeri yang  engkau masuki untuk mendudukinya" (Ulangan
23:19, 20).

  Di  dalam  ayat-ayat  bacaan  kali  ini  kita  bisa  melihat  bahwa  Tuhan  bukan  hanya  mengatur 
hal-hal  yang  bersifat  rohani  saja,  melainkan  juga  mengatur  kehidupan  sosial  umat-Nya  yaitu
menyangkut kehidupan sehari-hari seperti soal pinjam meminjam baik uang maupun barang. 
  Dalam  ayat  ini  Tuhan  sedang    menyinggung  masalah  pinjam  meminjam  dan  aturan  main
yang  harus  diikuti  oleh  umat-Nya.  Sebab  banyak  masalah  muncul  dari  hal  pinjam  meminjam,
Allah tidak mau gara-gara masalah pinjam meminjam hubungan persaudaraan menjadi renggang,
gara-gara pinjam meminjam terjadi persengketaan karena si peminjam tidak bisa mengembalikan
pinjamannya.  Ayat  itu  berbunyi:  ”Janganlah  engkau  memungut  bunga  --  supaya  TUHAN,
Allahmu,  memberkati  engkau  dalam  segala  usahamu  di  negeri  yang  engkau  masuki  untuk
mendudukinya" (Ulangan 23:19, 20).     
  Tuhan memberikan aturan ini supaya jangan seorangpun membebankan sesuatu kepada orang
lain melebihi kekuatannya, misalnya jika ada orang yang meminjam selayaknya jangan dipungut
bunga  atas  pinjaman  itu.  Nats  ini  sangat  aktual  untuk  hari-hari  ini,  sebab  banyak  jemaat  yang
terlibat dalam hal utang piutang. 
  Aturan itu dibuat bukan untuk menguntungkan salah satu pihak, tetapi aturan dibuat supaya
kita tetap berada di dalam berkat-Nya. Sesungguhnya dalam nats ini Tuhan sedang menekankan
“jangan sampai gara-gara hutang piutang berkat-Nya menjadi terhalang.
  Dan  kalau  bisa  jangan  terjadi  hutang  piutang  di  antara  jemaat  Tuhan,  jika  ada  yang
berkelebihan  coba  lihat  sejenak  di  sekeliling  kita  dan  perhatikan  kekurangan  saudara  kita.
Pernahkan  kita  melakukannya?  Allah  mau  kita  menjadi  berkat  terlebih  untuk  saudara  seiman.
Firman-Nya  berkata:    “.....  berilah  dan  kamu  akan  diberi:  suatu  takaran  yang  baik,  yang
dipadatkan,  yang  digoncang  dan  yang  tumpah  ke  luar  akan  dicurahkan  ke  dalam  ribaanmu.
Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu" (Lukas 6: 38).

Renungan:
  Dan  semua  orang  yang  telah  menjadi  percaya  tetap  bersatu,  dan  segala  kepunyaan  mereka

Etika kerukunan

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengapresiasi rumusan pandangan dan sikap pemuka agama tentang etika kerukunan antar umat beragama. Men...